Social Icons

Tuesday, 12 July 2011

maafkan aku...



saudaraku...
bukan ini yang kumahu
kau tahu dirimu saudara beribu
tapi hanya berdiri menanti nasibmu
maafkan aku
disaat-saat tangan syaitan memedih tubuhmu,
hanya mampu duduk aku merundung pilu
melihat satu demi satu
pencabulan mengisi hari-harimu

saudariku
ku malu dengan diriku
jasadmu dijamah si pencelaka nafsu
mahal harga dirimu 
segenab kehitaman purdah milikmu
dan kehormatan darah yang mengalir di tubuhmu
harganya jauh dari kesanggupanku
tapi diratah si bajingan pemburu

adikku...
maafkan aku
acap kali pemedih mata meluka matamu
ledakkan bom surat ketakutanmu
si tentera pengecut genggam leher bajumu
tidak mengenal umur menyumbat peluru
memukul tanpa belas kasih tubuh mulia kecilmu


saudaraku, saudariku, adikku...
 maafkanlah aku.
ku tahu ku tidak layak untuk mu
berdiriku untukmu hanya kelu
bangkit ku marah untukmu hanya sedetik waktu
kemudian hilang seperti angin meniup debu
disaat paling kau memerlukanku
di situ aku duduk bersimpuh
sibuk dengan duniaku
dunia yang ditawar dengan nafsu
menjadikan aku hanyut diserbu
memaksa hatiku kian lama kian melupakan nasibmu


saudaraku, 
tidak ada kekuatanku
hanya doa jodohmu dengan syahid ketemu
saudariku, tidak ada upayaku
sepudar mana maruah mu, ku tetap ingin bertemumu
walau ku tahu ku bukan sesiapa dibanding darjatmu
Cuma doa untuk melihatmu tersenyum di mahligaimu


Adikku,
Tidak ada kemampuanku,
Terlalu jauh tanganku untuk mengesat tangisanmu,
Nyawa ibumu dirobek di hadapan matamu
Girang mu dicabut sang kelonsong peluru
Hanya doaku mengiring perjuanganmu,
Bangkitlah bersama saudaramu walau dengan batu
Tentanglah habis-habisan si seragam bangsat itu
Kejarla cita baru
Sama ada mulia hidupmu atau syahid milikmu

Saudaraku, saudariku, adikku…
Maafkan aku…
Saat ku kekenyangan bersama perutku,
Kau di sana mencari-cari pengalas perutmu
Saat ku berketawa dengan sahabatku
Kau di sana ketakutan menangis memeluk tubuhmu
Saat aku lena melepaskan tahajudku
Kau di sana berjaga demi keselamatanmu

Ku tidak layak bergelar saudaramu…
Hanya layak berasa malu dengan diriku…
Maafkanlah aku…






mengenang nasib saudara-saudara di palestin...
janganlah lupakan mereka dari doamu...


2 comments:

Pemburu Kebahagiaan said...

cantik sajak ni....sajak kah ya?? apa pun memang membawa kesedaran....!!!

idris said...

pemburu kebahagiaan : untuk diri sendiri, alhmdulillah sekiranya kesedaran sampai ke saudara2 lain...

~p/s mgkin bukan sajak ni...